CLOSE ADS
CLOSE ADS
  • Save

Karena Tangan adalah Bagian Otak yang Tampak

0 Shares

ORANG yang terampil saya yakini sebagai orang yang menyeleraskan dan memaksimalkan kerja tangan dan otak.

Dalam bahasa, tangan kerap jadi metafora untuk kekuasaan, pengendalian, kehendak, tanggung-jawab, dan tindakan.

Frasa-frasa turun tangan, lepas tangan, dalam genggaman tangan, ringan tangan, berjalin tangan, menunjukkan bahwa memang semesta pemahaman manusia tentang dunia dan dirinya didominasi oleh peran dan kerja tangan.

Tangan adalah wujud nyata atau perpanjangan dari otak. Itu antara lain dikatakan oleh Immanuel Kant. Katanya, “tangan adalah bagian yang tampak dari otak”.

Maka, tanpa mengesampingkan peran organ lain, saya kirakualitas manusia memang ditentukan oleh otak dan tangan dan tentu bagaimana menyeleraskan kerja keduanya.

Tuhan ternyata merancang tubuh manusia dengan memberi keistimewaan pada otak dan tangan. Ini fakta: meskipun hanya dua persen dari massa tubuh manusia, otak ternyata menggunakan dua puluh persen, alias seperlima, dari oksigen dan suplai darah kita.

Artinya? Seperlima dari aktivitas hidup, yang melibatkan darah dan udara, itu adalah kerja otak.

Adapun tangan, bersama kaki, jika dihitung, maka lebih setengah bagian dari 206 potong tulang kita ada pada tangan, pergelangan tangan, kaki, dan pergelangan kaki.

Tulang-tulang tangan kita itu, kecil memang, tapi banyak dan rumit, dan canggih, karena memang menanggung tugas dan peran yang menentukan.

Dengan kerumitan itu tangan kita melakukan kerja-kerja yang jauh lebih banyak dari bagian anggota tubuh lain: menggenggam, menadah, menuding, menunjuk, mengepal, meninju, menempeleng, menjabat, mengelus, meremas, memeras, … dll. | Hasan Aspahani / motivasi.biografia.id.

Photo by Jeff Hardi on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap