CLOSE ADS
CLOSE ADS
  • Save

10 Aforisme Rabindranth Tagore, Duka Terdiam Damai

0 Shares

AFORISME bukan puisi, tapi ia diucapkan dengan puitis. Ia berwujud ucapan pendek yang mengandung kebenaran, dan yang pasti mengajak kita merenung.

Dari kumpulan “Burung-burung Liar” berikut ini beberapa aforisme Rabindranath Tagore (1861-1941), penyair besar India, penerima hadiah Nobel Sastra 1913.

BURUNG-BURUNG liar musim panas datang ke jendela rumahku, bernyanyi lalu terbang pergi. Dan daun-daun musim gugur yang kuning, yang tidak punya nyanyian, bergetar lepas, mendesah dan jatuh.

O kawanan gelandangan kecil di manapun kau di dunia ini, tinggalkan jejak tapak kakimu pada kata-kata ucapanku.

DUNIA melepaskan topeng besarnya bagi kekasihnya. Lalu ia mengecil menjadi sedendang lagu, bagaikan satu ciuman yang kekal.

ADALAH air mata bumi yang membuat senyum bumi selalu indah mengembang.

PADANG pasir yang luas terbakar untuk cinta sebilah rumput yang menggelengkan kepalanya dan tertawa lalu terbang pergi.

JIKA kau meneteskan air mata ketika kau merindukan matahari, sesungguhnya kau juga sedang merindukan bintang-bintang.

PASIR di jalanmu memohon lagumu, dan gerakanmu, dan tarian air. Maukah kau membawa beban ketimpangan mereka?

WAJAH sedihnya menghantui mimpiku seperti hujan di malam hari.

SEKALI waktu kita bermimpi bahwa kita adalah orang asing. Lalu kita bangun untuk menemukan bahwa kita saling sayang satu dengan yang lain.

DUKA terdiam dalam damai hatiku seperti malam di antara pohon-pohon yang sunyi.

Foto oleh Islander Images dari Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap